Latar Belakang: Mengapa hipertensi dan hiperkolesterol harus diobati?
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dan hiperkolesterol merupakan penyakit yang umum dikalangan masyarakat modern. Kedua penyakit tersebut membutuhkan terapi farmakologi dengan menggunakan obat-obatan yang terbukti memiliki khasiat untuk mengobatinya, jika terapi dengan cara memperbaiki gaya hidup tidak memadai. Namun demikian, pengobatan penyakit kronis seperti hipertensi dan hiperkolesterol ini membutuhkan proses pengobatan dalam jangka waktu yang lama.
Tujuan dari pengobatan jangka panjang ini adalah untuk mengontrol tekanan darah secara optimal, atau menurunkan kadar kolesterol sesuai dengan kensensus para ahli kesehatan. Dengan demikian, keberhasilan pengobatan kedua penyakit ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang mendertinya.
Sebagaimana sudah diketahui bahwa penyakit hipertensi dan hiperkolesterol yang tidak terkontrol dengan baik dapat meningkatkan terjadinya penyakit kardiovaskular lain yang lebih mengancam jiwa penderitanya. Stroke dan penyakit jantung koroner adalah contoh paling umum dari penyakit kardiovaskular tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keberhasilan pengobatan hipertensi dan hiperkolesterol juga sangat bermanfaat untuk menurunkan resiko kejadian penyakit kardiovaskular tersebut. Hal ini dapat tercapai jika penderita kedua penyakit tersebut menjalani proses pengobatannya dengan patuh. Artinya, pasien tersebut dituntut untuk berkonsultasi kepada dokternya sesuai dengan anjuran dokter, serta meminum obat-obat yang diresepkan dengan teratur.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien.
Ada sebuah pertanyaan yang menarik: Mengapa pasien cenderung untuk tidak patuh kepada proses pengobatan? Memang ada banyak faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan tersebut. Antara lain:
- Penyakit hipertensi dan hiperkolesterol merupakan penyakit yang pada umumnya tidak bergejala. Dengan demikian, pasien tidak merasakan keluhan apa-apa sekalipun menderita salah satu atau kedua penyakit itu
- Obat yang harus diminum secara rutin setiap hari. Bahkan ada obat yang harus diminum lebih dari satu kali sehari. Pasien seringkali lupa meminum obat, atau malas terus-menerus meminum obat tersebut. Dengan kemajuan dibidang ilmu kedokteran dan farmasi, sekarang sudah banyak obat-obatan yang cukup diminum sekali sehari saja. Namun, hingga saat ini tidak ada obat hipertensi dan hiperkolesterol yang ‘ces pleng’. Artinya, yang sekali minum saja sudah menyembuhkan semua penyakitnya. Dengan demikian, pasien tetap harus meminumnya secara teratur.
- Pasien menganggap bahwa meminum obat secara teratur setiap hari itu memboroskan biaya. Padahal, resiko yang mungkin timbul jika terjadi komplikasi atau serangan penyakit kardiovaskular lainnya akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan meminum obat secara rutin. Cobalah bayangkan, apa yang terjadi, jika karena ketidakpatuhan pada pengobatan seorang pasien hipertensi atau hiperkolesterol terkena stroke? Biaya pengobatan stroke tentu saja sangat mahal. Bisa puluhan hingga ratusan juta. Belum lagi dampak fisik yang ditimbulkan setelah terjadinya serangan itu. Pasien bisa lumpuh, atau kehilangan fungsi salah satu organ tubuhnya yang sangat penting. Sehingga dia tidak produktif lagi, dengan kualitas hidupnya yang menurun. Jangan lupa bahwa hal itu juga menimbulkan dampak psikis yang cukup besar. Bagaimana jika penyakit itu berkembang menjadi penyakit jantung? Barapa biaya operasi jantung? Dan bagaimana resikonya terhadap keselamatan dan harapan hidup pasien? Namun, masih banyak pasien hipertensi dan hiperkolesterol yang belum memahami hal ini
Ada faktor penyebab lain yang tidak mungkin kita bahas disini satu demi satu. Namun demikian, kita dapat menggolongkan faktor ketidakpatuhan tersebut kedalam dua aspek utama, yaitu:
Pertama, aspek pengetahuan pasien. Pasien tidak memahami bahaya laten yang tersembunyi dibalik penyakit hipertensi dan hiperkolesterol. Sehingga mereka santai-santai saja sekalipun telah didiagnosis menderita penyakit itu. Dan mereka tidak menganggap penting untuk berkonsultasi secara teratur kepada dokter. Apalagi untuk meminum obat dengan patuh.
Kedua, aspek keuangan. Semakin hari, harga barang-barang kebutuhan menjadi semakin tinggi. Sehingga tidak jarang faktor keuangan menjadi penghambat yang cukup bermakna. Sekalipun pasien mengerti manfaat pengobatan yang teratur, namun jika dari sisi keuangan masih merasa berat untuk menjalani pengobatan maka tujuan dari pengobatan tersebut tidak dapat dicapai.
Electronic Health Care Compliance Program (e-HCCP)
e-HCCP adalah sebuah program yang diprakarsai dan dilakukan oleh Klub Hidup Sehat (KHS) PT Pfizer Indonesia. Program ini merupakan sebuah wujud dari kontribusi yang diberikan oleh Pfizer kepada masyarakat untuk menyediakan akses yang lebih baik kepada kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Program ini memberikan manfaat kepada pasien dari kedua aspek diatas. Yaitu, aspek pengetahuan dan juga aspek keuangan sekaligus. Pelayanan ini diberikan oleh KHS kepada pasien-pasien yang secara sukarela mendaftarkan diri untuk mendapatkan manfaat dari program ini.
Manfaat dari aspek pengetahuan diberikan oleh KHS kepada anggotanya melalui beberapa cara, misalnya: Majalah kesehatan, leaflet informasi berkala tentang penyakit hipertensi dan hiperkolesterol, berbagai sarana edukasi berupa kartu, bahkan juga seminar gratis. Peserta juga bisa mendapatkan informasi tentang penyakitnya melalui pesan singkat atau SMS.
Sedangkan, manfaat dari aspek keuangan adalah dengan diberikannya harga khusus untuk pembelian obat-obat hipertensi dan hiperkolesterol pada apotek-apotek yang ditunjuk. Dengan manfaat khusus ini, maka pasien dapat membeli obat tersebut dengan harga lebih rendah, sehingga dapat mengurangi beban keuangan yang timbul. Kita bersyukur sekali bahwa masih ada apotek-apotek yang peduli kepada pasien sehingga mereka bersedia membantu pasien melalui program ini.
Bagaimana caranya untuk menjadi anggota program ini?
Untuk sementara waktu program ini baru dilaksanakan di Jakarta dan sekitarnya. Program ini terbuka bagi para penderita penyakit hipertensi dan hiperkolesterolemia dengan ketentuan sebagai berikut:
- Pasien tersebut direkomendasikan oleh dokter yang merawatnya untuk mengikuti program ini
- Pasien secara sukarela bersedia mengikuti program ini
- Pasien mengijinkan KHS sebagai penyelenggara program untuk memberikan atau mengirimkan secara gratis materi edukasi mengenai penyakit yang dideritanya baik berupa seminar, brosur tentang penyakit, majalah kesehatan, dan lain-lainnya
- Pasien bersedia mengikuti peraturan yang diberlakukan pada program ini
Untuk menjadi anggota program ini sama sekali tidak dipungut biaya. Termasuk semua program edukasi penyakit yang disediakan.
Klik disini (Link to daftar dokter) untuk melihat apakah ada dokter di sekitar tempat tinggal Anda yang dapat membantu memperoleh fasilitas ini.
Klik disini (Link to daftar apotek) untuk melihat apakah ada apotek di sekitar tempat tinggal Anda yang dapat membantu memperoleh fasilitas ini. (DMM/10/05)