Kenali tubuh Anda melalui list penyakit yang di susun berdasarkan abjad atau melalui pemetaan bagian tubuh.
Salah satu penyakit yang paling menakutkan bagi para lelaki dewasa adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang memadai untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan, atau yang disebut disfungsi ereksi.
Pembentukan plak aterosklerosis akibat kolesterol tinggi dapat terjadi pada pembuluh darah penis (penyumbatan pada arteri dorsalis penis) sehingga menyebabkan penis tidak mendapatkan aliran darah yang cukup untuk ereksi.
Kontrol Kolesterol Anda dan pertahankan hubungan seksual yang memuaskan.
Diabetes Melitus atau Kencing Manis adalah keadaan dimana kadar gula darah melebihi batas normal.
Anatomi Penis
Penis merupakan organ berbentuk silinder yang terdiri atas 3 buah tabung yaitu :
- 2 buah tabung yang disebut dengan Corpus Cavernosum
- 1 buah tabung yang disebut dengan Corpus Spongiosum
Corpus Cavernosum dan Spongiosum merupakan tabung berongga yang dapat terisi darah pada saat penis mengalami ereksi. Pada Korpus Spongiosum terdapat uretra yang berfungsi untuk mengalirkan urin dan cairan mani.
Organ Pembentuk Sperma
Organ Penyalur Sperma

Penis merupakan organ erektil yang berfungsi untuk melakukan hubungan seksual. Proses ereksi terdiri atas beberapa fase sebagai berikut :
Proses Ereksi


Sedangkan fase-fase ereksi dapat dijelaskan sebagai berikut :
Fase Ereksi
Flaksid --> Laten (Pengisian) --> Tumesensi --> Ereksi penuh --> Ereksi cepat / rigid --> Detumesensi
Flaksid : Aliran darah arteri minimal
Laten (Pengisian) : Aliran darah arteri meningkat, penis mengalami elongasi, tekanan intrakavernosa tetap
Tumesensi : Tekanan intrakavernosa meningkat cepat, aliran darah arteri berkurang, penis menjadi memanjang dan elongasi
Ereksi Penuh : Tekanan intrakavernosa meningkat ± 90% tekanan sistolik
Ereksi Cepat : Otot iskiokavernosa dan bulbokavernosa berkontraksi, tekanan intrakavernosa meningkat di atas tekanan sistolik, penis kaku
Detumesensi : Setelah ejakulasi, otot polos berkontraksi, aliran arteri menurun, aliran vena meningkat, penis melemas
Paradigma Baru Disfungsi Ereksi, Menuju Aktivitas Seksual yang Memuaskan
Definisi Disfungsi Ereksi berdasarkan NIH (National Institute of Health) menyatakan bahwa Disfungsi Ereksi adalah suatu keadaan yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan aktivitas seksual yang memuaskan. Kualitas ereksi sangat berperan terhadap aktivitas seksual yang memuaskan.
Prevalensi
Angka kejadian Disfungsi Ereksi adalah sebesar 13 hingga 28% pria usia 40 hingga 80 tahun di seluruh dunia. Angka ini diprediksi akan meningkat yaitu sebesar 300 juta pria pada tahun 2025. Di Asia Tenggara sendiri angka kejadian Disfungsi Ereksi adalah sebesar 28,1%.
Disfungsi ereksi dapat ditentukan dengan mengukur tingkat keras / tidaknya ereksi dengan menilai derajat ereksi yang digolongkan sebagai berikut :
Penyebab dari DE bisa disebabkan karena :
Sebab Psiklogenik
Sebab Organik
Sebab lain :
Mengapa DE penting?
Kondisi medis umum yang sering ditemukan bersamaan dengan disfungsi ereksi adalah :
Pengobatan DE
Pengobatan DE telah banyak dilakukan sejak dulu namun sebagian besar pengobatan adalah pengobatan invasif artinya pengobatan yang memerlukan tindakan sehingga mengakibatkan rasa kurang nyaman bagi pasien. Saat ini sudah tersedia terapi non invasif. Pengobatan tersebut antara lain :
Terapi non-invasif:
Terapi invasif:
Terapi lini kedua:
Terapi lini ketiga:
Tentang Sildenafil
Referensi :