Icon HCR Pfizer Click Home
Online Polling
Pertanyaan
Pada usia berapa Anda mulai merokok
Kirim Jawaban
Info Penyakit
Cari
Info Karir
Info dan Tips Kesehatan
1 Februari 2011
QUITTERS ARE CHAMPIONS ACHIEVEMENT NIGHT

 

Jakarta, 4 Desember 2009‚ PT. Pfizer Indonesia bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan dengan bangga merayakan kemenangan para peserta program Quitters Are Champions melalui malam penganugrahan penghargaan di XXI Lounge, Plaza Senayan. 

Quitters Are Champions — sebuah  program kreatif dari Pfizer Indonesia yang bertujuan untuk membantu para perokok untuk berhenti dengan dukungan orang terdekatnya, disertai dengan terapi farmakologis (bantuan obat) dan non farmakologis (konseling) —  dibuka sejak bulan Juli 2009 yang lalu. Sebanyak 210 orang mendaftar untuk mengikuti program ini, dan melalui berbagai tahap dan proses akhirnya program kompetisi ini diakhiri dengan kemenangan 18 peserta (Quitters) melawan rokok. 

“Berhenti merokok adalah suatu perjuangan” – hal ini mungkin merupakan hal yang paling dirasakan oleh para Quitters ini. Banyak orang yang masih berpendapat bahwa berhenti merokok bisa dilakukan kapan saja, tapi kenyataannya adiksi nikotin sangat membelenggu hingga tidak mudah untuk lepas darinya. Hal ini diakui oleh para Quitters, di mana banyak di antara mereka yang sudah pernah mencoba berhenti sebelum mengikuti program ini, tapi akhirnya hanya bertahan seminggu, beberapa hari, bahkan ada yang hanya bertahan satu hari saja. Ada pula yang mengaku tidak bisa tidur sebelum merokok, dan menembus hujan badai di malam hari hanya untuk membeli rokok untuk persediaan keesokan paginya! 

“Sebanyak 70% orang memiliki keinginan untuk berhenti merokok, namun hanya 5 – 10% di antaranya yang dapat berhenti dapat bantuan,” ungkap Christina Limewaty, Marketing Manager Pfizer Indonesia. “Maka dari itu, perlu diakui bahwa berhenti merokok bukanlah hal yang mudah. Selain dibutuhkan motivasi diri dan niat yang kuat untuk berhenti, para perokok juga memerlukan dukungan yang kuat dari suporter atau orang terdekatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi, Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P, Spesialis Paru dari Klinik Stop Merokok RSP, dan Dr. Tribowo T. Ginting, Sp.KJ, Dokter Spesialis Kejiwaan dari RSP, menekankan pentingnya peran lingkungan. “Lingkungan adalah salah satu faktor kunci dalam perjuangan berhenti merokok. Seringkali perokok yang sudah berhenti akan kambuh lagi karena didorong oleh teman-temannya untuk kembali merokok. Ini yang harus diwaspadai.” 

Bagi perokok yang sudah kecanduan nikotin, dibutuhkan bantuan “ekstra” untuk berhenti. Gejala putus nikotin (nicotine withdrawal syndrome), seperti mudah tersinggung, mudah marah, sulit berkonsentrasi / fokus, gelisah, sulit tidur, dan sakit kepala seringkali terjadi dan bisa membuat para perokok putus asa ketika berhenti, dan akhirnya kembali merokok. Di sinilah peranan konseling dan bantuan obat dibutuhkan. Dengan berbagi cerita dan pengalaman satu sama lain, para perokok yang ingin berhenti tidak akan merasa sendirian dalam “perjuangan” ini. Dibantu juga dengan obat yang terbukti efektif membantu berhenti merokok, usaha berhenti merokok diakui oleh salah seorang Quitter sebagai sesuatu yang “mudah untuk dilakukan”. 

Kini, setelah menjalani program Quitters Are Champions selama 3 bulan, para Quitters bisa berbangga hati menyatakan “Saya telah berhenti merokok!” Kemerdekaan atas rokok ini disimbolisasikan melalui aksi pemutusan sebuah rokok tiruan raksasa secara beramai-ramai oleh para Quitters. Mereka juga menerima hadiah berupa sepeda tandem yang melambangkan usaha berhenti merokok, di mana para Quitters berada di depan dan memegang kendali (untuk berhenti merokok), sementara pasangan / orang terdekat mereka berada di belakang untuk mendukung mereka, dan bersama mereka akan melalui jalan kesuksesan melawan rokok.

Artikel Terkait
1 Februari 2011
Cari berita terdahulu
Program Kesehatan Untuk Anda