Icon HCR Pfizer Click Home
Online Polling
Pertanyaan
Pada usia berapa Anda mulai merokok
Kirim Jawaban
Info Penyakit
Cari
Info Karir
Info dan Tips Kesehatan
1 Februari 2011
"Maximizing You: 10 Years of MagniVicent Satisfaction" Media Gathering

Bertempat di Hotel Akmani Jakarta pada hari Selasa, 8 Desember 2009 yang lalu, Pfizer Indonesia mengadakan “Maximizing You: 10 Years of MagniVicent Satisfaction” Media Gathering. Hadir sebagai pembicara utama adalah Prof. Dr. dr.Wimpie Pangkahila, SpAnd, ketua Asosiasi Seksologi Indonesia, serta dr. Andini Suhardi (Marketing Manager) dan Andriani Ganeswari (Marketing Communications Manager) dari Pfizer.

Tujuan utama diadakannya Media Gathering oleh Pfizer adalah untuk meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat tentang disfungsi ereksi (DE), meluruskan kesalahpahaman yang telah berlangsung cukup lama mengenai hal tersebut, sekaligus memperkenalkan hasil survei Pfizer Global bertajuk APSHOW (Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness) yang diadakan pada tahun 2008 yang lalu di 13 negara sedunia.

Acara dibuka oleh Mba Anes (panggilan akrab Ibu Andriani Ganeswari) yang menyampamkan sekilas pandang mengenai persoalan “hubungan di tempat tidur yang kurang harmonis” yang salah satunya disebabkan oleh DE, dan dilanjutkan oleh Prof. Wimpie dengan memberi penekanan bahwa DE (dulu dikenal sebagai impotensi) bisa disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Di Indonesia, faktor fisik seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, serta kebiasaan merokok menjadi penyebab terbesar terjadinya DE.

Selain itu, Prof. Wimpie juga menyinggung masalah “obat kuat herbal” yang diiklankan efektif mengatasi DE. Ternyata, “obat kuat herbal” seringkali ditambahkan sildenafil sitrat ke dalamnya. Padahal, sildenafil sitrat adalah zat aktif yang termasuk golongan obat keras dan pemakaiannya harus dengan sepengawasan dokter. Menyambung pembahasan mengenai obat DE, dr. Andini Suhardi menjelaskan, “Masyarakat kita cenderung masih malu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai permasalahan seksual, sehingga mereka melakukan self-medication yang salah dan terjebak dengan iklan “obat herbal” atau “obat DE” yang palsu. Akhirnya yang didapat bukanlah solusi, tapi penyakit lainnya yang bisa jadi berbahaya bagi kesehatan mereka.” Maka dari itu, dr. Andini menekankan pentingnya edukasi masyarakat agar mereka terdorong dan berani untuk berkonsultasi ke dokter dan mendapatkan solusi yang tepat.

Melalui survei APSHOW, Pfizer Indonesia mengajak masyarakat untuk melihat bagaimana masalah seksual berpotensi menjadi permasalahan yang berat dalam hubungan keluarga dan mempengaruhi aspek kehidupan lainnya, karena masalah DE tidak hanya mempengaruhi kepuasan pria saja, tapi juga pasangannya. Survei ini menunjukkan bahwa 57% pria dan 64% perempuan di Asia Pasifik mengaku tidak puas dalam berhubungan dengan pasangan, dan tingkat pencapaian kepuasan sangat dipengaruhi oleh kekerasan ereksi. Sebagai sarana untuk mengukur tingkat kekerasan ereksi, Pfizer mengembangkan Erection Hardness Test yang dapat dicoba di sini. Selain itu, Pfizer Indonesia juga menyediakan website khusus yang berisikan informasi mengenai DE dan kehidupan seksual yang sehat, serta tips-tips menarik yang dapat Anda coba dengan pasangan (klik ke www.vi-lounge.com).

Saat sesi tanya jawab, tak jarang pertanyaan yang datang dari para wartawan “menyentil” para pembicara dan tamu yang hadir. Diskusipun berlangsung dengan hangat dan seru selama hampir 1 jam, sebelum akhirnya ditutup dengan makan siang.

Untuk melihat beberapa berita yang diangkat oleh media tentang acara ini, klik di bawah:

  1. 8 Mitos Seputar Problem Ereksi (Kompas.com)  
  2. Penyakit yang bisa memicu impotensi (Detik.com) 
  3. Komunikasi Jadi Penting; 10 Years of MagniVicent Satisfaction (Kabarindo.com)
Artikel Terkait
Cari berita terdahulu
Program Kesehatan Untuk Anda