Glaukoma, definisi harfiahnya menurut www.glaucoma.org adalah sebuah kelompok penyakit mata yang secara bertahap ‘mencuri’ penglihatan kita tanpa adanya peringatan dan seringkali malah tanpa gejala.
Glaukoma merupakan penyakit yang sulit dipahami, sehingga orang bisa salah kaprah mengenai penyakit mata yang satu ini.
Mau tahu mitos-mitos apa saja terkait glaukoma?
Berikut daftarnya:
Mitos:
Glaukoma adalah penyakit yang hanya terjadi pada orang tua
Fakta:
Setiap orang berisiko terkena glaukoma, mulai dari bayi hingga orang-orang tua. Meski diakui, orang yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi terkena glaukoma, namun bayi juga bisa mendapat glaukoma (kira-kira 1:10.000 dari setiap kelahiran bayi di Amerika terlahir dengan glaukoma). Remaja juga bisa terkena, ras Afro-Amerika khususnya dicurigai berpotensi lebih besar menderita glaukoma pada usia lebih dini ketimbang ras Kaukasia.
Mitos:
Glaukoma dapat diobati
Fakta:
Glaukoma tak dapat diobati, namun demikian dapat dikendalikan. Langkah pertama harus dilakukan diagnosis. Seringkali glaukoma dapat dikendalikan dengan pengobatan (obat tetes mata atau pengobatan oral) dan atau operasi. Ini berarti kehilangan penglihatan lebih lanjut dapat dihentikan. Namun demikian glaukoma adalah penyakit kronis yang harus diterapi seumur hidup.
Mitos:
Ada gejala-gejala yang mengingatkan Anda
Fakta:
Penyakit glaukoma dalam bentuk open angle glaucoma, sebuah bentuk penyakit yang umum terjadi, biasanya jarang menimbulkan gejala-gejala, dantidak ada rasa sakit yang terlibat dengan naiknya tekanan bola mata, kecuali bila tekanan dalam bola mata sangat tinggi. Kehilangan penglihatan dimulai dengan bagian lapang pandangan samping atau sekeliling. Jenis kehilangan penglihatan seperti ini secara mudah dapat dikompensasi (dengan memutar kepala ke arah samping) dan mungkin tak dikenali sampai penglihatan nyata-nyata hilang. Jalan terbaik untuk melindungi penglihatan Anda dari glaukoma adalah dengan melakukan pengecekan secara berkala, sehingga jika Anda menderita glaukoma maka terapi dapat dilakukan sedini mungkin.
Mitos:
Glaukoma tak menyebabkan kebutaan
Fakta:
Glaukoma justru dapat menyebabkan kebutaan jika dibiarkan tak ditangani. Kebutaan yang disebabkan glaucoma adalah permanen.
Team Dokter Pfizerpeduli.com
Dismat/Artikel/POA I-2006/271005
Sumber :
- http://www.glaucoma.org/
- http://hanyawanita.com/visine/article/article.php?article_id=2806